Lewati ke isi

Documentation Planning — Executive Summary

SUPERSEDED AS CURRENT PROGRAM STATUS (2026-09-04). Dokumen ini dipertahankan sebagai snapshot reconnaissance 2026-08-08. Gunakan release-readiness/README.md dan implementation roadmap untuk program documentation-first yang aktif. Temuan dan blocker di folder ini tetap menjadi input evidence sampai direkonsiliasi; verdict lama bukan larangan menulis artikel yang telah lulus gate minimum per surface.

Verdict: repository sudah cukup terpetakan untuk pengambilan keputusan dan penyusunan backlog, tetapi belum siap untuk penulisan dokumentasi pengguna secara luas. Penulisan hanya boleh dimulai pada supported surface yang telah memiliki baseline runtime, kontrak role/permission, dan blocker closure yang dapat dibuktikan.

Metadata Nilai
Last verified 2026-08-08
Mode Server development; documentation planning, application code read-only
Workspace root /home/scola/odoo
Frontend HEAD develop0275f7061e6e892b1f860eeb825c6f6a21851888
Backend HEAD main44425cc81d8d281ec76e9336c30b3e109a7fc473
Runtime status Tenant/database, installed modules, effective groups, representative accounts, dan served bundle belum diverifikasi
Application-code changes Tidak ada

Verdict kesiapan

Reconnaissance dan planning sudah memberi basis yang dapat diaudit: 36 frontend apps, 143 menu groups, 528 current leaves, 1.003 route records termasuk 119 redirect/alias, 67 addon manifests ditambah empat source directories tanpa manifest, serta 20 workflow candidates. Alias dan shared components telah dideduplikasi. Ini cukup untuk menentukan apa yang perlu diputuskan, diperbaiki, diuji, atau ditunda.

Kesiapan dokumentasi produk belum tercapai. BLK-A01 menyatakan belum ada baseline tenant/runtime bernama; route atau menu tidak membuktikan module terpasang atau akses efektif. BLK-A02 menunjukkan active-role switch saat ini mengubah persona, tetapi backend tetap dapat memakai union permission. BLK-A03 menemukan first-prefix capability resolution yang dapat men-shadow rule lebih spesifik. Karena itu menu visibility, active role, dan static permission matrix tidak boleh dijadikan janji akses.

Register saat ini berisi BLK-A01BLK-A23, BLK-B01BLK-B11, dan NB-01NB-02. Blocker A mencakup mutation atau data sensitif pada complaint, counseling, payroll, kesiswaan, accounting, BOS/RKAS, Dapodik, messaging, calendar, settings, serta W05. Existing guides adalah evidence coverage, bukan source of truth ketika bertentangan dengan current code atau runtime.

Scope realistis untuk V1

V1 sebaiknya dibatasi pada core school operations yang telah lolos gate, bukan seluruh route yang tersedia:

  • W00 access, session, apps, dan navigation; active-role wording harus mengikuti keputusan RP-01.
  • W01 academic master sampai timetable, termasuk prerequisite tahun ajaran, term, rombel, course, faculty, lesson hours, dan session.
  • W02 student master dan onboarding manual. Halaman import belum boleh dianggap siap karena BLK-B03 dan runtime async-job belum diterima.
  • Core teacher, student, parent, dan admin portal serta read-oriented attendance views, hanya setelah role, child, company, dan privacy tests lulus.
  • W05 Daily Student Attendance sebagai pilot terkontrol setelah seluruh gate khususnya ditutup.

Optional modules hanya masuk setelah entitlement dan readiness per tenant dibuktikan. BOS/Dapodik tetap pilot; lab/register tetap placeholder; internal platform, aliases, legacy announcement, dan duplicate/shared pages tidak mendapat artikel operasional sendiri. News/calendar, finance, HR, library, counseling, complaint, dan messaging mutation mengikuti blocker domain masing-masing, bukan otomatis masuk V1 karena menunya ada.

Blocker dan keputusan kritis

Urutan keputusan tidak boleh dipisahkan dari perbaikan teknis:

  1. Product dan Operations menetapkan supported surface serta runtime baseline melalui SM-01SM-03 dan RB-01RB-03.
  2. Security/DPO menetapkan active-role semantics, action-level capability, dan record scope melalui RP-01RP-03 serta privacy baseline PR-01PR-03.
  3. Domain owners menetapkan process owner, maker-checker, state, master data, notification, dan recovery. Untuk W05, keputusan minimum adalah PO-01, AM-02, SG-02, NT-03, PR-02, dan ER-03.
  4. Attendance Product Owner dan School SME memutuskan ATT-D01ATT-D17; recommended defaults dalam workshop belum merupakan business rule sampai disahkan.
  5. Product/Documentation menetapkan deprecation dan contextual-help governance melalui LD-01LD-03 serta CH-01CH-03.

Keputusan verbal saja tidak menutup blocker. Setiap keputusan memerlukan owner/approver bernama, effective version/tenant, implementation ticket bila berbeda dari code, dan verification evidence.

Pilot W05 Daily Student Attendance

W05 memiliki demand tertinggi dan target priority D0, tetapi current workflow guide, contextual help, dan tooltip tetap D3 — blocked. Hanya troubleshooting D0 yang berisi diagnosis aman dan escalation boleh disiapkan; ia tidak boleh mengajarkan workaround yang menormalkan defect.

Pilot dibatasi pada guru/wali yang mencatat presensi per sesi, admin yang memonitor atau mengoreksi sesuai kewenangan, serta siswa/orang tua yang membaca hasil. Employee attendance, RFID, face recognition, geofencing, gate/pickup attendance, dan advanced analytics berada di luar scope.

Gate utama adalah BLK-A19 first-save ACL (W05-M04, W05-Q01), BLK-A20 roster/membership/completeness (W05-M05W05-M07, W05-A12, W05-Q03), BLK-A21 completion/correction (W05-M02, W05-M08W05-M09, W05-Q06), BLK-A22 Sakit/Izin dan status round-trip (W05-F11, W05-A11, W05-Q05), serta BLK-A23 proof privacy (W05-F09W05-F10, W05-P10, W05-Q07). BLK-B04/W05-A09 menahan principal/VP mutation UI, sedangkan BLK-B05 membekukan reuse guide lama. Propagation satu record lintas guru–admin–siswa–orang tua dan timezone masih memerlukan W05-Q02 dan W05-Q08 runtime verification.

Urutan implementasi

  1. Kunci supported surface, tenant/runtime baseline, representative fresh-role accounts, dan workshop decisions.
  2. Tutup cross-cutting security/RBAC blocker yang memengaruhi surface pilihan; catat acceptance evidence pada register.
  3. Perbaiki BLK-A19BLK-A23, selaraskan BLK-B04, dan rekonsiliasi existing guides sesuai BLK-B05.
  4. Jalankan positive/negative role, company, roster, privacy, state, recovery, timezone, dan cross-role acceptance pada served build yang hash-nya tercatat.
  5. Setelah W05 ready, tulis tujuh artefak pilot: workflow guide, role quick guides, contextual help, field/action reference, troubleshooting, related links, dan documentation acceptance test.
  6. Lanjutkan tranche core W00/W01/W02, lalu enabled add-ons per package; terakhir terbitkan deprecation notes dan keluarkan legacy/internal/placeholder dari search/help.

Definition of Ready

Penulisan dokumentasi dimulai hanya bila seluruh kondisi berikut terpenuhi:

  • supported module, canonical route/page family, tenant, version, owner, dan audience disetujui;
  • named runtime baseline dan fresh representative accounts membuktikan menu, route, API, effective permission, assignment, dan company/child isolation;
  • Blocker A terkait ditutup dengan acceptance evidence; Blocker B memiliki limitation yang disetujui dan bertanggal;
  • route → component → service → API → controller/model → state/downstream trace lengkap, termasuk positive dan negative tests;
  • process owner, approval matrix, state glossary, recovery, notification, dan privacy/retention policy telah decided dan diterapkan;
  • untuk W05, ATT-D01ATT-D17, BLK-A19BLK-A23, BLK-B04, BLK-B05, dan acceptance trace W05-Q01W05-Q08 memenuhi gate;
  • setiap mandatory statement tidak lagi berstatus Blocked by defect, Requires runtime verification, atau Requires business confirmation;
  • existing guides direvisi/diarsipkan secara atomik, alias menunjuk satu artikel kanonis, dan served-bundle evidence dicatat.

Artefak planning